Rabu, Oktober 21, 2026

Dyscopia Rilis Karya Perdana Berjudul "Memori Kolektif", Usung Happy Rock dengan Pesan Sosial


Skena musik Yogyakarta kembali menghadirkan nama baru, DYSCOPIA, grup musik yang mengusung Happy Rock Uplifting dan Modern Rock. Mereka memperkenalkan diri melalui karya perdananya berupa single berjudul 'Memori Kolektif' yang dirilis pada 16 Oktober 2026.


Lewat lagu 'Memori Kolektif', DYSCOPIA ingin menyampaikan pesan sosial melalui musik rock yang ceria, dengan cerita yang dekat dengan kehidupan sehari-hari. Lagu ini sekaligus menjadi pintu masuk untuk mengenal gagasan dan karakter musikal mereka.


DYSCOPIA diperkuat oleh Yustin Prihantara (vokal), Adi Setyawan (gitar), Alvian Vinuria (drum), Adi Wijaya (keyboard), dan Panji Karna (bass).


Ditulis oleh gitaris Adi Setyawan pada pertengahan 2026, 'Memori Kolektif' berangkat dari pengamatan terhadap orang-orang di sekitar yang sedang berproses untuk menciptakan suatu peristiwa. Dari situasi tersebut, Adi Setyawan mengembangkan gagasan tentang perjuangan bersama, pengalaman yang dibagikan, serta bagaimana perjalanan sebuah kelompok pada akhirnya menjadi bagian dari ingatan kolektif.


"Lagu ini membawa pesan bahwa setiap hal yang dikerjakan bersama hari ini berpotensi jadi memori pada masa depan. Lebih dari sekadar catatan tentang suatu peristiwa, pengalaman tersebut dapat menjadi bagian dari identitas kelompok sekaligus merefleksikan nilai-nilai yang mereka anut," ujar Adi Setyawan.


Bagi DYSCOPIA, 'Memori Kolektif' menjadi motivasi sekaligus pengingat bagi siapa pun yang sedang memperjuangkan sesuatu bersama orang lain. Apa yang dilakukan dalam sebuah proses bukan hanya menentukan hasil akhir, melainkan juga membentuk cerita yang kelak akan diingat dan menjadi bagian dari perjalanan bersama.


"Gagasan tersebut menjadi dasar bagi kami untuk mengangkat sesuatu yang sebenarnya dekat dengan kehidupan, tetapi kerap luput dari perhatian karena cepatnya ritme kehidupan modern," kata Adi Setyawan.


Proses pembuatan 'Memori Kolektif' dimulai ketika Adi Setyawan mendapatkan ide dari situasi sekitarnya. Setelah merumuskan lirik, ia menyusun melodi, akord, dan ritme lagu dalam bentuk notasi balok, kemudian membagikannya kepada para personel untuk disempurnakan bersama.


Dalam proses produksinya, DYSCOPIA menggandeng Momo Biru atau lebih dikenal Momo Captain Jack, untuk menggarap aspek audio. Kontribusinya tidak terbatas pada pekerjaan teknis rekaman, tapi juga mencakup berbagai masukan terkait permainan instrumen, ketukan drum, penggunaan synthesizer, desain suara, hingga proses mixing dan mastering yang semuanya dilakukan di Meru Records.


Setelah single perdana ini, mereka berencana merilis karya secara bertahap dalam format single. DYSCOPIA juga telah merencanakan album penuh yang diharapkan dapat terwujud pada 2027.


Posting Komentar

Whatsapp Button works on Mobile Device only

Start typing and press Enter to search